Mimbartimur.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Halmahera Selatan menyikapi dugaan pemukulan yang dilakukan seorang Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap anggotanya bernama Samuel Ahasweros Ahiyate saat nonton bareng (Nobar) Piala Dunia di Desa Tomori, Kecamatan Bacan pada Rabu (15/07) dini hari.
“Insiden pemukulan tersebut, atas nama PWI Halmahera Selatan mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap rekan kami. Apalagi yang melakukannya, diduga seorang anggota TNI,” ujar Samsudin Chalik kepada mimbartimurcom.
Menurutnya, tindakan tersebut merupakan perbuatan kekerasan interpersonal yang tidak dibenarkan dihadapan hukum apalagi dilakukan tanpa provokasi. Samsudin menyebut pihaknya tengah menyiapkan laporan resmi ke Komandan Polisi Militer (DanPOM) XV/1 Ternate
“Kami akan melaporkan peristiwa ini ke DanPOM XV/1 Ternate untuk diproses sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undang yang berlaku. Langkah ini dilakukan karena korban termasuk anggota PWI,” tandasnya.
Samsudin menuturkan dugaan pemukulan tanpa provokasi itu terjadi disela-sela nobar Piala Dunia di Coffe Palm. Korban, kata Samsudin, diduga ditampar tiba-tiba oleh seorang anggota berpakian lengkap TNI saat bereforia atas kekalahan Prancis versus Spanyol.
“Sesuai informasi yang kami terima, korban berteriak sebagai bentuk eforia menjelang akhir pertandingan sekitar pukul 05.50 WIT, namun secara tiba-tiba ada pukulan melayang tepat diwajahnya,” pungkasnya.
Sementara Dandim 1509/Labuha masih dalam upaya konfirmasi hingga berita ini diterbitkan. ***
