Mimbartimur.com – Pemerintah Halmahera Selatan terus berupaya menekan tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak. Langkah strategis ini dilakukan dengan melibatkan para Dai dan Mubalig desa untuk mengambil peran aktif dalam pencegahan persoalan keluarga.
Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, saat membuka pelatihan bertajuk ‘Dakwah Ramah Keluarga: Sinergi Dai, Hukum dan Psikologi Menuju Halmahera Selatan Bebas Kekerasan’ di Aula Kantor Dinas Pendidikan Halmahera Selatan pada Kamis (24/9).
“Kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak cukup ditangani setelah kasus terjadi. Pencegahan harus diperkuat melalui edukasi, pembinaan, pendampingan, serta dakwah yang menyentuh kehidupan keluarga sehari-hari,” ujar Bassam kepada mimbartimurcom.
Bassam menekankan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat sehingga setiap kepala keluarga dituntut mampu menjaga, melindungi, dan memberikan rasa aman bagi seluruh anggota keluarganya.
“Masyarakat diajak menyentuh pemahaman hukum, pendekatan psikologis, dan perlindungan perempuan serta anak. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih mendasar ketimbang sekadar menangani dampak setelah kekerasan terjadi di lingkungan warga,” tandasnya.
Menurutnya, para Dai perlu memperkuat pembinaan terhadap ayah, suami, dan pemuda melalui pengajian rutin di masjid pada waktu Magrib hingga Isya. Edukasi sejak dini, kata Bassam, sangat penting untuk membangun keluarga yang harmonis dan terhindar dari tindak kekerasan.
“Mencegah lebih baik daripada mengobat, jadi dukasi dan pembinaan harus dilakukan agar para ayah dan suami memahami tugas serta tanggung jawabnya dalam keluarga. Langkah itu lebih efektif untuk menekan kasus KDRT,” tandasnya.
Bassam juga meminta para Dai, TP-PKK, majelis taklim, pemerintah desa, Baznas, hingga jajaran kepolisian membangun sinergi lintas sektor. Kolaborasi ini dibutuhkan agar persoalan kekerasan dapat dicegah sejak dini dan korban memperoleh pendampingan yang tepat. “Semua pihak harus ikut terlibat,” pungkasnya.
***
