Mimbartimur.com – , , memaparkan potensi unggulan daerah dan strategi pembangunan berbasis agromaritim. Gagasan tersebut disampaikan dalam forum Bincang Kepala Daerah pada Bimbingan Teknis Nasional 2026 di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Selasa (20/10).

Dalam forum bertema “Kepemimpinan yang Melayani, Kebijakan Publik yang Inovatif” itu, Bassam menyebut Halmahera Selatan memiliki 460 pulau dengan potensi besar di sektor perkebunan, perikanan, dan pariwisata. Namun, karakteristik kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjangkau masyarakat serta mewujudkan pemerataan pembangunan.

“Potensi besar yang kita miliki, khususnya perkebunan dan perikanan, menjadi dasar bagi kami untuk mengusung pembangunan berbasis agromaritim,” tegas Bassam saat memaparkan arah kebijakan daerah.

Bassam menekankan bahwa sektor kelapa dalam dan perikanan merupakan potensi utama yang harus dikembangkan demi memacu perekonomian warga. Selama ini pengelolaan kelapa masih berlangsung tradisional, sementara komoditas perikanan memiliki peluang menembus pasar internasional.

“Pemerintah telah menerapkan strategi pembangunan berbasis zonasi dengan membagi wilayah menjadi lima kawasan sesuai potensi unggulan. Salah satu bentuk penerapannya yakni fokus pengembangan budidaya rumput laut di zona kawasan yang dinilai paling potensial,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk mengoptimalkan sektor agromaritim, Pemerintah Halmahera Selatan merangkul Institut Pertanian Bogor (IPB). Kerjasama ini, kata Bassam, diarahkan guna memperkuat sektor yang menjadi sumber penghidupan utama para petani dan nelayan di wilayah pesisir.

“Pendekatan zonasi ini diharapkan membuat program pemberdayaan masyarakat lebih tepat sasaran sekaligus membuka peluang usaha baru,” ujar Bassam

-- --

Selain perkebunan dan perikanan, lanjut Bassam, sektor pariwisata khususnya wisata bawah laut turut didorong untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemkab Halsel membuka ruang investasi, namun tetap memprioritaskan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaannya.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat aktif dan merasakan manfaat ekonomi secara langsung dari pengembangan potensi daerah,” Pungkas Bassam mengakhiri pemaparannya. ***