Setelah melalui perjuangan panjang masyarakat Weda-Patani-Gebe, untuk memindahkan Ibu Kota Halteng dari Tidore ke Weda. Perjuangan tersebut telah membuahkan hasil dengan, Weda kemudian menjadi Ibu Kota Kabupaten Halmahera Tengah.

Tahun 2007 ketika digelar Pilkada perdana, Kabupaten Halmahera Tengah (Weda-Patani-Gebe). Ir. H.M. Al Yasin Ali, M.M.T bersama pasangannya Gawi Abbas, S. E terpilih secara demokratis sebagai Bupati dan Wakil Bupati. Weda, Ibu Kota Halmahera Tengah, yang masih jauh dari kelayakan pembangunan.

Weda kemudian mengalami perubahan secara infrastruktur yang begitu cepat dan Indah. Keduanya kemudian mendorong pembangunan dari berbagai aspek di Halmahera Tengah. Priode pertama 2007-2012, Halmahera Tengah, beribu Kota di Weda mulai dikenal dikancah nasional maupun internasional.

Setelah berhasil mememipin selama lima tahun pada priode pertama. Ir. H.M. Al Yasin Ali, M.M.T kembali terpilih bersama pasangnnya Soksi Hi. Ahmad S.H. sebagai Bupati dan Wakil Bupati Priode kedua 2012-2017.

Kabupaten Halmahera Tengah, pada priode pertama kepemimpinan Ir. H.M. Al Yasin Ali, M.M.T. Berhasil meraih penghargaan penghargaan Administrasi Pemerintahan Terbaik se-Provinsi Maluku Utara dan meraih predikat Kabupaten Tercepat dan Terpesat dalam Pembangunan Infrastruktur di Antara 132 Kabupaten Pemekaran di Seluruh Indonesia.

Hasil penelitian jurnal Wiwi Silfia Djabar dengan judul PERAN BUPATI DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN JALAN DI KABUPATEN HALMAHERA TENGAH. Priode pertama kepemimpinnanya sukses meningkatkan pembangunan daerahnya di Kabupaten Halmahera Tengah sudah terbukti dengan dana APBD yang hanya 300 Miliyar beliau dapat membangun daerah ini lebih berkembang dari tahun sebelumnya.

Priode kedua menjabat sebagai Bupati, upaya untuk memajukan infeastruktur dan kesejahteraan terus dilakukan. Berhasil membangun Kabupaten Halmahera Tengah. Pada Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) maluku Utara 2019.

-- --

Dia diusulkan oleh Partai PDIP untuk menjadi Calon Wakil Gubernur yang berpasangan dengan Abdul Gani Kasuba. Mereka terpilih secara demokratis dan dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur. Keduanya juga berhasil mengubah Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, Sofifi, secara infrastruktur berkemajuan. Serta mendorong berbagai upaya untuk kesejahteraan Maluku Utara.

Namun kabar buruk harus diterima oleh Ir. H.M. Al Yasin Ali, M.M.T, Wakil Gubernur Maluku Utara diakhir masa jabatannya. Pasalnya Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, ditetapkan sebagai tersangka Korupsi, setelah operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.

Ariana Aira
Editor
Mimbar Timur
Publikasi