Perencanaan kebutuhan yang optimal, katanya, menjadi sangat penting karena merupakan salah satu kebijakan dalam pembangunan kesehatan.

“Distribusi tenaga kesehatan di setiap sarana belum merata lantaran masih ada fasyankes puskesmas dan Rumah Sakit yang masih kekurangan tenaga kesehatan”, tuturnya.

Asri menyampaikan, dalam mengatasi masalah tersebut perlu dibuat perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan guna memberikan gambaran situasi kecukupan dan ini menjadi acuan dalam upaya pemenuhan kebutuhan melalui rekrutmen .

“Memperkirakan kebutuhan dan pendayagunaan sebagai bahan penyusunan kebutuhan . Upaya yang dilakukan terkait penguatan perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan yakni melakukan analisis perencanaan”, pungkasnya.

“Melakukan verifikasi data dalam penyusunan perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan yang digunakan sebagai dasar pemenuhan kebutuhan SDMK dan alokasi kebutuhan PPPK tenaga kesehatan di tahun depan”, tutupnya.

***

Azzahra
Editor
Mimbar Timur
Publikasi