“Pekerjaan saya cuman kopra jadi kalau harganya anjlok, kadang membuat saya kesulitan. Tapi demi anak-anak, saya memutuskan untuk keluar desa mencari pekerjaan lain yang bisa membantu ekonomi keluarga”, jelasnya.
Pria paruh baya itu tak menafikan bila istri dan anak pertamanya Hardianto yang ikut membantu dirinya memperkuat ekonomi keluarga. Dia menyebut putranya, rela menunda studinya demi adiknya meraih gelar akademik.
“Mencari rejeki pasti banyak lika-likunya, tapi jangan menyerah pada kehidupan ini agar masa depan anak-anak kita lebih baik. Apapun yang dikerjakan, pasti ada hikmahnya. Putri saya wisuda hari merupakan hikmah besar dari usaha-usaha kami selama ini”, ujarnya.
Perlu diketahui, Hardianti Gaus lahir pada 4 Juni 1998 di Desa Ngokomalako, Kayoa Utara, Halmahera Selatan. Ia menempuh pendidikan dasar (SD) di kampung halamannya sejak tahun 2009. Setelah lulusa SD ia sekolah di MTs Darussalam Laromabati.
Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di SMAN 29 Halmahera Selatan. Seusai melawati pendidikan menengah Hardianti melanjutkan studi S1 Program Studi PSP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unkahir tahun 2021.
***
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.