Mimbartimur.com – Suasana kekhasan budaya lokal terpancar kuat dalam jamuan makan malam diplomasi yang digelar oleh , bersama untuk Indonesia, Y. M. Dr. Thomas Loidl.

Agenda jamuan yang berlangsung di Bela Hotel Ternate, Rabu (7/1) malam, menjadi salah satu agenda strategis dalam rangkaian kunjungan kerja Kedutaan Besar Austria ke wilayah berjuluk The Spice Island tersebut.

Dalam pertemuan resmi yang turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara,  Syamsudin A. Kadir. Kedua belah pihak secara intensif membahas berbagai peluang kolaborasi bilateral. Fokus utama dari kunjungan kerja diplomatik kali ini adalah untuk menjajaki potensi kerja sama konkret di sektor penguatan pendidikan vokasi.

Langkah ini diambil guna mendorong kesiapan tenaga kerja lokal Maluku Utara dalam menghadapi dinamika industri modern. Sejumlah tokoh penting turut hadir mengawal pertemuan ini, di antaranya Perwakilan Indonesia untuk Austria Alvin Saadi, Manager Linah Song, serta Kepala Bidang Dinas Pariwisata Malut Kris Syamsuddin beserta jajarannya.

Selain misi formal pemerintahan, jamuan malam tersebut mencuri perhatian karena dikemas secara apik dengan menonjolkan kekayaan identitas dan kearifan lokal Maluku Utara di setiap sudut ruangan. Penggunaan ornamen kebudayaan sengaja ditonjolkan oleh pemerintah provinsi selaku tuan rumah untuk memberikan impresi mendalam bagi delegasi asing.

Keunikan tradisi langsung terasa dari perangkat hidangan yang digunakan, di mana alat makan berbahan dasar bambu alami disandingkan dengan wadah minum dari batok kelapa khas daerah. Kesan autentik nusantara semakin diperkuat dengan penampilan para pramusaji yang mengenakan pakaian adat seraya anggun menggendong saloi (wadah anyaman tradisional) di pundak mereka saat menyajikan makanan.

Sembari menikmati aneka kuliner tradisional khas Maluku Utara, Gubernur dan Dubes Thomas Loidl terlibat perbincangan santai yang cair, akrab, dan penuh kekeluargaan. Pendekatan budaya (cultural diplomacy) ini dinilai menjadi landasan komunikasi yang kokoh untuk membangun kesepahaman kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.

-- --

Sebagai bentuk penghormatan dan pengikat hubungan bilateral, Dubes Austria menyerahkan sebuah cinderamata bernilai historis tinggi kepada Gubernur Sherly di penghujung acara. Salah satunya berupa buku literatur sejarah yang mendokumentasikan jejak penjelajah pertama asal Austria yang menginjakkan kaki di Ternate pada tahun 1621 lampau.

Catatan sejarah tersebut mengisahkan perjalanan seorang perwira militer Austria yang datang ke Maluku Utara demi melakukan perdagangan rempah-rempah empat abad yang lalu. Selain buku sejarah, Thomas Loidl juga menyerahkan cinderamata berupa kain batik bermotif eksklusif karya perancang busana nasional, Poppy Darsono.

Pertemuan diplomatik ini ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan delegasi Kedutaan Besar Austria. Agenda ini menjadi simbol dimulainya babak baru hubungan kemitraan internasional yang diharapkan mampu membawa dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia di Maluku Utara. ***