Mimbartimur.com – Seorang pemuda berinisial SU (36) warga , Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula, Maluku Utara menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana setelah diduga mengalami penganiayaan.

Informasi yang dihimpun, korban disinyalir dianiaya seorang Anggota Tentara Nasional () bernama pada Sabtu (21/03) malam di , Kecamatan Sanana.. Anggota tersebut diketahui bertugas di , Maluku.

, mengatakan korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (22/03) sekitar pukul 09.15 WIT setelah menjalani penanganan medis sekitar lebih dari 9 jam di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana.

“Kami bawa korban ke rumah sakit itu sekitar jam sebelas malam, saya bersama beberapa warga yang evakuasi setelah terjatuh di jalan aspal menggunakan mobil,” ujar kepada mimbartimurcom melalui saluran telepon pada Jumat (27/03).

Safrul menjelaskan tak kuasa melihat korban tak sadarkan diri dengan kondisi hidung, telinga, hingga mulut yang mengeluarkan darah secara bersamaan. Ia mengaku melihat semua peristiwa yang terjadi di tempat kejadian hingga melakukan evakuasi.

“Melihat secara jelas dari tempat saya berdiri dengan tempat korban dipukul lalu terjatuh. Memang korban hanya sekali dipukul tapi dalam posisi tak tahu menahu saat terduga pelaku hendak melakukan penyerangan,” jelasnya.

Menurutnya, jika korban dalam situasi mengetahui terduga pelaku hendak menyerang dirinya tentu akan lebih siap. Namun, penyerangan dilakukan secara spontan ditengah situasi kerumunan warga yang saling mendorong akibat kesalahpahaman.

“Mungkin korban tidak sempat melihat terduga pelaku saat keluar dari kerumunan untuk melakukan penyerangan sehingga tidak mengimbangi posisi saat terjungkal. Pelaku secara spontan lari lalu melonjak memukul bagian wajah korban,” ungkapnya.

Safrul menuturkan kronologi bermula seorang warga bernama Fikri yang hendak pulang ke kampung istrinya di Desa Bega, Kecamatan Sulabesi Tengah menggunakan sepeda motor namun ditahan di jalan oleh sejumlah pemuda sekitar pukul 20.00 WIT