Mimbartimur.com – Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 8 Kota Ternate melaksanakan kegiatan  pada Rabu (22/04). Kegiatan tersebut melibatkan puluhan siswa dengan mengunjungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore.

Koordinator Kegiatan, mengatakan kegiatan yang dilakukan pihaknya merupakan bagian dari metode pembelajaran di luar kelas yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memahami berbagai materi pelajaran secara kontekstual.

“Kunjungan pertama di kantor DLH, para siswa diperkenalkan dengan proses pengelolaan sampah, mulai dari tahap pengumpulan hingga pengolahan akhir,” ujar Ican kepada mimbartimurcom usai mendampingi para siswa, Rabu (22/04).

Ican menjelaskan jenis sampah yang dipelajari meliputi sampah organik, anorganik, hingga limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3) yang membutuhkan penanganan khusus. Lebih lanjut, Ican menyampaikan apresiasi kepada yang menerima rombongannya serta memberikan edukasi pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

Ia berharap melalui pengamatan langsung itu, siswa dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah. “Anak-anak bisa melihat langsung bagaimana sampah dikelola. Harapannya mereka bisa mengulang kembali praktik ini saat kembali ke sekolah,” jelasnya.

Selain mengunjungi DLH, kata Ican, rombongan siswa juga mengunjungi Kedaton dengan pengawasan UPT Dinas Pariwisata serta perangkat Kesultanan. Kedatangan pihaknya disambut dengan baik.

“Siswa diajak mengenal sejarah melalui kunjungan ke sejumlah situs bersejarah yang memiliki nilai edukasi yang tinggi, diantaranya Sultan Nuku, Benteng Tahula, serta Masjid Sultan yang menjadi bagian penting dari jejak sejarah Tidore,” katanya.

Menurutnya, kegiatan  tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga menyentuh pembentukan karakter siswa melalui pengalaman langsung di lapangan.

“Metode ini mencakup tigas aspek penting, yakni efektif, kognitif, dan psikomotor yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan siswa secara holistik,” tutupnya.