Salah satu diantara pemuda tersebut, katanya, merupakan adik terduga pelaku yang disebut-sebut memukul korban (Fikri red) hingga terjatuh. Tak diterima dipukul, kemudian kembali ke Desa Wai Ipa untuk memberitahukan keluarganya.
“Setelah mendapat informasi, saya minta Fikri beserta saudaranya untuk pergi menyelesaikan mengingat ini masih dalam suasana lebaran dan warga Desa Umaloya bersaudara. Bahkan saya sudah menyarankan untuk membuat laporan kepolisian agar diselesaikan secara kekeluargaan,” tutunya.
Lebih lanjut, Safrul mengatakan saat mendengar informasi dirinya meminta Fikri untuk memberitahu saudara dan ayahnya untuk mendatangi tempat sejumlah pemuda berkumpul. Namun, mereka tidak ditemukan sehingga menuju rumah Pratu Sunardi.
“Jadi mereka bertiga sudah lebih awal menuju tempat terjadi pemukulan, tak berselang lama saya bersama korban (SU) dan satu anggota menyusul untuk ikut mendampingi menyelesaikan masalah. Kami bertiga ini saat sampai berdiri diluar pagar rumah terduga pelaku,” tambahnya.
Dia mengatakan Fikri didampingi dua kerabat dekatnya langsung memasuki halaman rumah terduga pelaku dan mengetuk pintu beberapa kali hingga Pratu Sunardi bersama ibu serta saudari perempuannya keluar.
Alih-alih memberikan jawaban saat ditanya keberadaan dan alasan adik terduga pelaku melakukan pemukulan terhadap Fikri. Kata Safrul, pihak terduga justru tak kooperatif sehingga terjadi cek-cok antara kedua pihak.
“Karena cek-cok itulah korban (SU) bilang ‘Kalian berlebihan, jangan begitu kita ini tetangga kampung yang saling kenal. Kami datang ini tujuan baik-baik untuk selesaikan masalah kenapa marah-marah. Jangan mentang-mentang kalian punya keluarga ada anggota bicara seenaknya saja, kami juga ada keluarga anggota tapi tidak seperti kalian ini,” katanya menirukan ucapan korban.
Tak berselang lama, lanjut Safrul, terduga pelaku pergi menjemput adiknya menggunakan sepeda motor. Sebelumnya, Fikri bersama kedua kerabatnya juga ikut disusul saksi namun kembali cek-cok saat Pratu Sunardi bersama adiknya yang hendak kembali ke rumah ditahan di jalan.
“Nah kami dari belakang, terduga ini sudah ketemu adiknya. Mungkin Fikri tahan mereka jadi cek-cok lagi sampai saling dorong , saat kejadian itu korban (SU) berada sekitar satu meter dari kerumunan tapi tiba-tiba terduga pelaku secara spontan lari melompat dan memukul korban,” tutupnya.
