Lebih lanjut, ia mengaku pengawas SPBU Kompak sempat mengancam dirinya karena membuntuti seorang pria yang mengantri BBM bersubsidi menggunakan jirgen dan tangki rakitan yang berada bagian bawa mobil Mitsubishi Kuda tahun 2000.
“Saya nyaris dipukuli pengawas saat mengejar pelaku. Polisi yang saya hubungi tiba dan kami bersama-sama mengejar mobil yang membawas BBM Pertalite. Berhasil ditangkap di Dufa-Dufa karena masuk di gang buntut lalu dibawa ke Ditreskrimsus Polda Maluku Utara”, pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pemilik SPBU Kompak belum memberikan keterangan terkait kejadian penangkapan warga yang sedang melakukan penimbunan BBM Pertalite. Namun, redaksi mimbartimurcom terus melakukan upaya konfirmasi.
***
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.