“Perbedaan- perbedaan ini dapat menimbulkan potensi konflik dan disintegrasi yang bersumber dari kebudayaan dan keagamaan yang cenderung ekslusif, intoleran, dan berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan sikap kecintaan dalam berbangsa dalam bingkai NKRI”, pungkasnya.

Selain itu, Bapak Adimin juga mengatakan bahwa moderasi beragama sesungguhnya adalah kunci terciptanya toleransi dan kerukunan baik di tingkat lokal, nasional, maupun global dengan empat indikator nilai dalam moderasi beragama yaitu, komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi, dan adaptif terhadap kebudayaan lokal.

“Moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan baik tingkat lokal, nasional, maupun global. Dan empat indikator nilai dalam moderasi beragama yaitu, komitmen kebangsaan, antikekerasan, toleransi, dan adaptif terhadap kebudayaan lokal”, ujar pak Adimin.

Dalam pelaksanaan acara ini, Mirna Radila (Duta Museum DIY 2022-2023) selaku MC memandu perjalanan acara bersama Bagas Pramukti (Mahasiswa ITY) yang berperan sebagai moderator dalam kegiatan diskusi dalam acara tersebut.

Wakil Ketua PW PMMBN DIY R. Abdy Restu Yudha Pinanggih, S.T. juga menyampaikan tentang pentingnya moderasi beragama dalam sambutan dalam acara Training of Leadership Moderasi Beragama dan Bela Negara tersebut.

“Moderasi beragama adalah program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPMN) yang salah satunya bertujuan untuk menjaga persatuan dan mengantisipasi disintegrasi melalui toleransi beragama bersama semangat kebangsaan”, ucap Yudha.

Kemudian dilanjutkan oleh Ketua Bidang Kaderisasi Pengurus Pusat PMMBN, Mohammad Derry Jamaludin, S. Hum. Yang memberikan penjelasan tentang arti pentingnya Implementasi nilai moderasi beragama dalam sambutanya.

-- --

“Moderasi beragama adalah pendekatan dalam praktik keagamaan yang menekankan pada toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan”, ungkapnya.

“Moderasi beragama sangat penting karena dapat menjaga stabilitas sosial dan politik, serta menciptakan kerukunan antarumat beragama. Selain itu juga merupakan perekat antara semangat beragama dengan komitmen berbangsa dan bernegara”. pungkas Derry.

Mirna Radila
Editor
Mimbar Timur
Publikasi