Mimbartimur.com – Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 8 Kota Ternate sukses menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di lapangan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Ternate dan dimulai tepat pukul 07.00 WIT.
Kegiatan yang bertajuk ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Duni’ tersebut dgelar dengan dengan upacara bendera sebagai pengingat akan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Pemina upacara, Nurhasni Ibrahim menyampaikan amanat penting yang ditujukan kepada seluruh siswa dan tenaga pendidik. Nurhasni menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila harus diimplementasikan secara nyata di lingkungan sekolah.
“Pancasila bukan sekadar hafalan di dalam kelas, melainkan roh yang harus menjiwai setiap perilaku kita di dunia pendidikan. Kita harus mampu menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam interaksi sehari-hari antara guru, siswa, dan seluruh warga sekolah,” ujar Nurhasni Ibrahim dalam amanatnya, Senin (01/06).
Menurutnya, Hari Lahir Pancasila memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lahirnya nilai-nilai Pancasila, kata Nurhasni, bukan hanya menjadi awal berdirinya bangsa, melainkan juga penentu arah penegakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
“Momentum sejarah ini menjadi pengingat penting mengenai fungsi Pancasila. Ideologi tersebut merupakan dasar negara sekaligus acuan atau pedoman hidup yang nyata dalam berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.
Nurhasni mengajak seluruh warga sekolah untuk kembali mengenang jasa-jasa besar para tokoh pendiri bangsa. Merekalah yang telah mencurahkan pemikiran hingga lahir nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara.
“Tantangan dunia pendidikan saat ini kian kompleks seiring pesatnya teknologi dan perubahan sosial. Munculnya sikap individualisme, menurunnya toleransi, serta berkurangnya kepedulian sosial menjadi fenomena yang memerlukan perhatian serius dari dewan guru, wali asuh, dan wali asrama,” tukasnya.
Sementara Koordinator Wali Asrama SRD 8 Kota Ternate, Iksan N Sangaji menegaskan pola pendidikan di sekolah khususnya sekola rakyat kini dirancang lebih holistik sehingga pihaknya berkomitmen agar aspek kognitif dan pementukan karakter berjalan seimbang.
