Mimbartimur.com – Sejumlah warga Desa Waya, Kecamatan Mandioli Utara mengalami keracunan makanan yang diduga berasal dari sayuran. Kejadian bermula pada Jumat (23/01) dan melibatkan satu keluarga beranggotakan enam orang.

Kepala keluarga, Labani La Poke (56), telah meninggal dunia setelah kondisinya menjadi kritis. Istri dan kedua anaknya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, sementara dua anak lainnya telah dinyatakan sembuh.

Menurut Kepala Puskesmas Indong, Amir Musa, berdasarkan keterangan keluarga, makanan yang disajikan kemungkinan tidak langsung dikonsumsi dan baru dimakan keesokan harinya. Kejadian tidak segera dilaporkan ke bidan desa hingga kondisi para korban memburuk.

“Kondisi semakin parah, sehingga pada malam hari korban baru dilarikan ke Puskesmas Indong untuk dirawat. Namun, karena kondisi kritis, sang kepala keluarga mengalami penurunan kondisi dan meninggal dunia pukul 02.00,” kata Amir saat dikonfirmasi pada Rabu (28/01/2026).

Amir menambahkan, semua pasien mengalami gejala sakit perut disertai muntah, serta kondisi tubuh yang tampak pucat kekuningan.

“Melihat kondisi yang semakin parah pada sore hari, kami mengambil langkah untuk segera merujuk mereka ke rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, , Dr. Titin, menyampaikan bahwa tiga pasien yang dirawat masuk dalam kategori triase merah di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

-- --

“Ada pasien yang dalam kondisi gawat darurat, kritis, dan gangguan jiwa. Triase dibagi menjadi merah, kuning, dan hijau yang kami dahulukan adalah triase merah dengan pengawasan ketat dari petugas,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa penyebab pasti keracunan belum dapat diketahui karena masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Terkait penyebabnya, Dinas Kesehatan akan turun langsung untuk melakukan pemeriksaan. Saat ini ketiga pasien masih dalam pengamatan karena mengalami anemia atau kondisi pucat,” tutup Dr. Titin.***