Saat tiba, lanjut Tomijan, mereka melihat putrinya sudah terkapar dengan kondisi lesuh serta bersimpah darah. Ia mengaku shok saat melihat kondisi putrinya yang tak berdaya, telingah dan hidung mengeluarkan darah hingga ke lantai.

“Kami langsung bergagas melarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Awalnya ke RS Islam namun karena dokter masih libur sehingga kami diarahkan ke ,” ungkapnya.

Informasi yang diterima mimbartimrucom, korban dikabarkan telah sadar dari kondisi kritis setelah menjalani operasi akibat mengalami pendarahan otak. Korban masih dalam pengawasan intensif dokter .

Sementara Komendan Satuan (Dansat) Brimob , Kombes Pol Hendri Wira Suriyana saat dikonfirmasi terkait adanya permintaan seseorang yang mengaku komendan pelaku untuk tak pelru melaporkan peristiwa itu tersebut ke polisi.

Namun upaya konfirmasi jurnalis mimbartimurcom yang dikirimkan ke nomor pribadinya tidak digubris hingga pemberitaan ini diterbitkan. ***