“Edukasi mengenai literasi keuangan dan keamanan data pribadi sangat penting untuk ditingkatkan agar masyarakat tidak mudah dimanipulasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pada prinsipnya, pemilik identitas akan sulit mengakses perbankan karena sudah tercatat buruk dalam sistem informasi layanan keuangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Asri menambahkan pihaknya akan memperketat sistem verifikasi di lapangan guna mencegah terulangnya modus ‘pinjam nama’ yang meresahkan dunia usaha pembiayaan saat ini. Asri menuturkan, tidak akan segan untuk melaporkan setiap temuan indikasi kecurangan kepada aparat penegak hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Keamanan transaksi menjadi prioritas utama kami demi memberikan pelayanan yang jujur dan transparan kepada seluruh nasabah yang berikhtikad baik. Kami berharap dengan adanya persoalan ini mampu memberikan edukasi bagi seluruh masyarakat agar lebih hati-hati meminjampakaikan indentitas kepada orang yang tidak dikenal,” tutupnya.
***
