Mimbartimur.com – Warga Sakkidul Gandu, Panggang II, Giriharjo, Panggang, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggelar Jodhangan Syukuran Bakda Panen padi tahunan dengan penuh semangat kebersamaan pada hari minggu (15/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini akan menjadi penanda penting dalam siklus pertanian warga, sekaligus ruang sosial untuk mempererat hubungan antarwarga setelah melalui masa tanam dan panen yang panjang.
Jodhang dan ditata lalu Warga mengadakan doa bersama. Doa tersebut merupakan ucapan syukur atas karunia-Nya yang berupa hasil bumi.
Selain itu juga meminta keselamatan warga dan wilayah agar terhindar dari musibah dan hal-hal yang negatif. Setelah isi Jodhang didoakan maka akan dibagi-bagikan kepada masyarakat.
Syukuran pasca panen ini dilaksanakan sebagai simbol bahwa padi yang telah dipanen telah sampai ke rumah masing-masing.
Bagi masyarakat Sakkidul Gandu, momen tersebut bukan sekadar peristiwa logistik hasil pertanian, melainkan wujud rasa syukur atas rezeki yang diterima. Nilai spiritual dan sosial menyatu dalam satu rangkaian acara yang diwariskan turun-temurun oleh para leluhur.
Tradisi ini juga menjadi sarana untuk menjaga dan meneguhkan nilai gotong royong yang hingga kini masih kental di tengah masyarakat.
Semangat saiyeg saeka praya bersatu padu dalam satu tujuan tampak nyata ketika warga saling bahu membahu. Pada masa panen, tidak jarang beberapa kepala keluarga turut membantu keluarga lain yang sedang memanen padi. Pola ini berlangsung bergantian, menegaskan bahwa kerja bersama adalah fondasi kehidupan sosial di Sakkidul Gandu.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan agar keberkahan panen terus berlanjut di masa mendatang.
