Lebih lanjut, Siraj menuturkan ketidakjelasan status opersional penanganan perkara korupsi di khawatirkan menggerus kepercayaan publik terhadap penagakan hukum di daerah. Siraj menegaskan, pihaknya berkomitmen mengawal proses hukum tersebut hingga ada kepastian.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengagendakan aksi unjuk rasa di Gedung Merah Putih dan Kejaksaan Agung RI sebagai bentuk kontrol sosial. Penanganan kasus ini akan terus kami kawal hingga tuntas demi tegaknya keadilan di Maluku Utara,” tandasnya.

Sementara Plt. Kepala Seksi Intel Kejari Tidore, Aby Maulana menyampaikan saat ini pihaknya sedang melakukan pengumpulan alat bukti. Ia menegaskan, penyidik berkomitmen menangani perkara kasus dugaan korupsi yang sedang berlangsung.

“Sementara masih proses pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan saksi di luar daerah juga. Pada intinya, tim penyidik masih profesional menangani perkara KPU,” singkat Aby saat dikonfirmasi mimbartimurcom, Jumat (26/09) melalui aplikasi tukar pesan.

Perlu diketahui, Penyidik telah memeriksa 15 saksi, termasuk Ketua Randi Ridwan, Sekretaris KPU Tidore Akmal Daud, serta empat komisioner lainnya yakni Sudirman Ismail, Fitria Hi Muhammad, Abdharis Doa dan Bahrudin Tosofu.

Proses penyelidikan belanjut pada penggeledahan di kantor KPU Tidore yang dipimpin langsung Kepala Kejari Tidore Sabar Evryanto bersama Kasi Pidsus Patrik Elsafan Tore dan Penyidik Bidang Pidsus melalui SPP Nomor: PRINT-149/Q.2.11/Fd.2/04/2026. ***