“Jangan biarkan organisasi ini hanya sekadar nama tanpa gerak; kita harus menjadikannya lebih progresif, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan penuh optimisme dan kerja nyata.”lanjut Navas
Senada dengan itu, Kanda Riswan Rasyid, S.H., M.H., mengakui bahwa dinamika keorganisasian saat ini memang berbeda dibandingkan masa lalu. Perubahan pola gerak, tantangan, dan karakter kader menjadi realitas yang tidak bisa dihindari.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk melemahkan semangat perjuangan. Justru di tengah perubahan, kader dituntut untuk tetap menjaga nilai-nilai dasar perjuangan serta terus berkontribusi secara aktif bagi kemajuan organisasi.
Kanda Riswan Rasyid, S.H., M.H. menegaskan, “Memang benar, semangat keorganisasian antara dulu dan sekarang memiliki perbedaan yang cukup terasa, baik dari segi tantangan maupun pola gerakn.”
“Namun, perbedaan itu sama sekali bukan alasan bagi kita untuk berhenti berjuang. Justru di tengah perubahan itulah kita dituntut untuk tetap teguh mengabdi, menjaga nilai-nilai perjuangan, dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi,” ucap Riswan
Sementara itu, Kanda Abdul Khadir Jailani, S.H., M.H., memberikan peringatan tegas kepada seluruh kader agar tidak bersikap lalai terhadap tanggung jawab organisasi.
Ia mengingatkan bahwa organisasi adalah amanah perjuangan yang harus dirawat dan dijaga dengan kesungguhan. Menurutnya, membiarkan organisasi berjalan tanpa arah dan perhatian sama saja dengan mengingkari komitmen sebagai kader.
Kanda Abdul Khadir Jailani, S.H., M.H. mengingatkan, “Jangan sampai kita menjadi orang yang lalai dan tidak berpikir jauh ke depan, hingga membiarkan organisasi ini terlantar tanpa arah dan tanggung jawab.”
“Organisasi ini adalah amanah perjuangan; jika kita tidak merawat dan menjaganya dengan kesungguhan, maka kita sendirilah yang sedang mengkhianati komitmen kita sebagai kader.”terus Vijay
