Mimbartimur.com – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda resmi meluncurkan program Aksi Perubahan bernama “SI SEMANGAT”. Langkah inovatif ini diambil untuk meningkatkan profesionalisme, efektivitas, dan transparansi di sektor pengadaan daerah.
Inovasi yang memiliki nama panjang Strategi Peningkatan Kapasitas Pejabat Pembuat Komitmen ini digagas oleh Ade Umar, SE. Program tersebut lahir sebagai bagian dari output Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) VIII yang digelar oleh BPSDM Provinsi Maluku Utara.
Kehadiran “SI SEMANGAT” diposisikan sebagai jawaban strategis atas berbagai kendala klasik dalam pengadaan barang dan jasa. Reformasi ini membidik penyelesaian masalah keterbatasan kompetensi SDM serta koordinasi lintas instansi yang selama ini dinilai belum optimal.
Selain masalah eksternal, program ini dirancang untuk membenahi pemanfaatan sistem pengadaan elektronik (e-procurement) yang belum maksimal. Kebutuhan akan mekanisme pemantauan (monitoring) dan evaluasi yang terstruktur juga menjadi salah satu alasan mendasar peluncuran proyek ini.
Pada target jangka pendek, program ini berfokus pada penyusunan standar kerja baku dan penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Penguatan budaya kerja kolaboratif antarsektor di internal pemprov juga menjadi prioritas awal tim kerja.
Sementara untuk jangka panjang, inovasi ini diarahkan untuk melahirkan sosok PPK yang memiliki integritas tinggi dan profesional. Output akhirnya adalah terciptanya ekosistem pengadaan yang efisien, akuntabel, dan transparan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam implementasinya, Biro PBJ membangun sinergi kuat dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan (stakeholders). Sinergi tersebut mencakup kerja sama intensif dengan pihak BPSDM, LKPP, Inspektorat Daerah, hingga asosiasi pelaku usaha penyedia barang dan jasa.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diyakini mampu mendongkrak kualitas pelayanan publik secara signifikan sekaligus memulihkan kepercayaan pasar. Sistem yang bersih dinilai akan mempermudah jalannya penyerapan anggaran secara akuntabel demi pembangunan daerah.
Melalui penerapan “SI SEMANGAT”, proses pengadaan logistik pemprov ke depan diharapkan berjalan jauh lebih responsif. Ketepatan penyerapan anggaran ini diproyeksikan memberikan kontribusi nyata bagi percepatan laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara.
***
