Ia menyoroti ikatan historis Maluku dan Maluku Utara yang terjalin erat, sehingga perbedaan wilayah administratif tidak memutus tali persaudaraan. “Kota Ternate ini menjadi titik temu bagi kita semua untuk merawat keragaman serta menyadari keberagaman sebagai kekuatan bersama,” ujarnya.

Sarbin turut menekankan pentingnya semangat ale rasa, beta rasa sebagai landasan memperkuat hubungan sosial dan kemanusiaan di tengah keberagaman.

“Semangat budaya ale rasa, beta rasa harus terus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari di Maluku Utara,” imbaunya.

Ia berharap Maluku Utara menjadi contoh pembangunan demokrasi yang memberikan kesempatan setara serta menjaga kerukunan melalui sikap saling menghormati. “Pemerintah daerah selalu terbuka untuk terus bersama-sama seluruh elemen masyarakat dalam membangun Provinsi Maluku Utara,” tutupnya.

***